Rabu, 05 November 2014

Renungkanlah. . .

jika kamu ingin dihargai, cobalah dengan mengerti orang lain meskipun mereka tak bisa mengerti dirimu..
jika kamu tak ingin terluka, cobalah untuk tidak membuat orang lain kecewa..
ketika kamu disakiti oleh orang yang kamu percaya, tak usah mendendam..
ingatkan dia agar dapat menyadari kesalahannya..
mereka yang menghinamu, tidaklah lebih mulia daripadamu..
mereka yang menyakitimu, akan ada saatnya merasakan seperti yang kau rasakan..
ingat, karma itu ada..
biarlah Allah yang membalas dengan cara-Nya..
yang terpenting, doakanlah agar mereka bertaubat..
karena sesungguhnya, Allah Maha mengetahui dan memahami..

Senin, 18 Agustus 2014

Don't Judge a Book By Its Cover


Semua pernah mendengar judul di atas. Termasuk aku tentunya. Aku sering menemukan bagaimana rentetan kata-kata “Don’t judge a book by its cover” tersurat di berbagai buku, ceramah, bahkan wikipedia. Wikipedia? yup, menurut wikipedia kata-kata itu bermakna “don’t determine the worth of something based on its appearance” alias jangan menilai sesuatu berdasarkan tampilannya. Memang, benar atau salahnya ungkapan ini tentunya sangat objektif, bahkan subjektif.. mungkin juga subversif (???). Anyway, beberapa waktu lalu aku menemukan penegasan yang lebih dalam dari ungkapan ini. Coba simak lantunan kata-kata inspiratif dari salah satu sahabat sejati yang masuk di inbox email ku beberapa waktu lalu.

Rumah indah hanya kemasan,Keluarga bahagia itu isinya.Pesta pernikahan hanya kemasan,Cinta kasih, pengertian, dan tanggung jawab itu isinyaRanjang mewah hanya kemasan,Tidur nyenyak itu isinya.Makan enak hanya kemasan,Gizi dan energi itu isinya.Kecantikan dan pakaian hanya kemasan,Kepribadian itu isinya.Bicara itu hanya kemasan,Kerja nyata itu isinya.Buku hanya kemasan,Pengetahuan itu isinya.Jabatan hanya kemasan,Pengabdian dan pelayanan itu isinya.

Sangat meletihkan jika hidup dihabiskan hanya untuk menjelaskan dan membuktikan bahwa kita orang baik, benar, hebat, keren, luar biasa (atau apalah).. banyak hal yg lebih berarti dari itu.. bagi diri sendiri, sesama, dan terutama Tuhan.. Utamakan isinya, tetapi jangan lupa untuk merawat kemasannya..

Memberi Tanpa Pertimbangan

Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.



Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

Minggu, 22 Juni 2014

Persepsi Pria Terhadap Wanita

Sering saya dengar, para sahabat pria saya berkata "cewek itu ribet, apalagi kalau dandan", "kenapa sih cewek selalu meributkan hal-hal sepele?", "punya pacar kok dikit-dikit cemburuan" dan masih banyak lagi persepsi pria mengenai wanita.
Kaum adam, yang ada dalam pikiran dan yang kalian katakan memang benar adanya. Namun mengertikah jika yang terjadi juga karena kalian?

 
Pertama, Wanita itu ribet. Yah, memang benar. Tapi sebenarnya wanita tidaklah ribet seperti apa yang kalian pikirkan. Wanita bukannya ribet, tapi karena wanita terlalu memperhatikan hal secara detail daripada pria. Dandannya ribet? Wanita mana yang tidak ingin tampil menarik dihadapan pria yang disayanginya? Kalian pun ingin melihat mereka tampil menarik dan istimewa bukan. Mereka hanya ingin terlihat spesial daripada wanita lain dimata anda.
Kedua, wanita selalu meributkan hal sepele. Mungkin mereka selalu mengkritik penampilan ataupun sikap anda. Tapi percayalah, mereka hanya ingin anda menjadi lebih baik. Jika anda melakukan kesalahan, mereka ingin anda kaum adam belajar dari kesalahan tersebut, mengakui kesalahan anda dan tidak mengulanginya lagi. Sepele bukan?
Ketiga, wanita itu mudah cemburu. Dan kali ini kaum adam sangat benar. Tidak hanya wanita saja sebenarnya, semua orang yang menyayangi pasangannya akan menjadi khawatir dan cemburu apabila pasangannya mendekati lawan jenis lain. Hanya saja wanita memang sukar menyembunyikan perasaannya. Seseorang merasa cemburu dikarenakan rasa takut yang berlebihan, takut apabila pasangannya lebih memilih orang lain daripada dirinya. Walaupun, apa yang diduga belum tentu kebenarannya. Maka, mengertilah akan itu kaum adam. Wanita hanya takut engkau meninggalkannya dengan wanita lain. Rasa cemburu timbul karena rasa memiliki. Jadi berbahagialah jika wanitamu masih mencemburuimu, itu menandakan mereka takut kehilanganmu. Jika wanita sudah tidak menunjukkan rasa cemburunya terhadapmu, waspadalah. Mungkin mereka telah lelah atau bahkan sudah tidak mempedulikanmu. Lebih pilih mana cemburu atau diam saja? Silahkan bertanya pada hati kecilmu, kaum adam.